Dukung Pemerintah Olah Sampah, Coca-Cola Gelar Bali’s Big Eco Forum

Bali's Big Eco Forum, Jumat-Sabtu (26-27/7 - 2019). (Istimewa)
31 Juli 2019 14:00 WIB Ginanjar Saputra Pojok Bisnis Share :

Solopos.com, DENPASAR — Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan gaya hidup yang semakin modern, volume sampah di Indonesia terus meningkat dengan cepat hingga mencapai jutaan ton setiap tahun, khususnya sampah plastik.

Berdasarkan data yang diperoleh dari World Bank, sampah plastik yang dihasilkan per tahun kemungkinan bertambah dari 1,3 miliar ton menjadi 2,2 miliar ton pada 2025 jika tak dikelola dengan benar.

Beberapa upaya dan kegiatan terus dilakukan guna menciptakan proses pengolahan sampah yang efektif, salah satunya melalui Gerakan Kemitraan Aksi Plastik Nasional dan Indonesia Bersih.

Dalam mendukung upaya pemerintah dalam hal penanganan sampah, Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) menyelenggarakan Bali’s Big Eco Forum, Jumat-Sabtu (26-27/7/2019), dengan tema Sustainability for Wonderful Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan solusi pengolahan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan.

Program itu berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, komunitas, dan industri.

Deputi IV Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Budaya Maritim, Safri Burhanuddin, membuka forum tersebut dengan Director of Public Affairs Communications & Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia, Lucia Karina.

Sebagai panelis, hadir Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Muhammad Hudori; Direktur Jenderal Industri Argo Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim; Chair Steering Board Indonesia National Plastic Action Partnership, Ibu Mari Elka Pangestu; Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya, Dodi Krispratmadi; Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam; Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengolahan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ujang Solihin Sidik; Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani; perwakilan Nahdathul Ulama (NU), Imam Pituduh; dan perwakilan Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI), Saharuddin Ridwan; serta Imam P. Prasodjo selaku moderator.

Selaku moderator, ada Andari Kristanto dari Departemen Teknik Sipil Universitas Indonesia (UI), Warmadewanthi dari Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Emenda Sembiring dari Departemen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) selaku fasilitator kegiatan focus group discussion forum.


Penempatan tempat sampah tiga jenis sistem baru di salah satu pantai Bali sebagai bagian dari gerakan Bali Beach Clean Up. (Istimewa)

Director of Public Affairs Communications & Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia, Lucia Karina, mengatakan Coca-Cola Amatil Indonesia telah berkomitmen untuk beroperasi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan selama lebih dari dua dekade.

"Kami berupaya untuk memberikan kontribusi yang positif di semua bidang di setiap wilayah operasional dan melakukan bisnis dengan cara yang benar, bukan dengan cara yang mudah," ujar Lucia Karina seperti dikutip pada press release yang diterima Solopos.com, Rabu (31/7/2019).

Sebagai wujud komitmen Amatil Indonesia terhadap pencapaian sustainability goal secara grup, lanjut Lucia, Coca Cola Amatil Indonesia telah berinvestasi dalam teknologi berkelanjutan yang mengurangi jumlah plastik dalam kemasan produk dan jumlah air yang digunakan pada proses produksi.

Selain itu, tambah dia, mengubah jutaan bahan bakar diesel menjadi tenaga LNG dan LPG yang lebih bersih, serta sedang membangun satu atap panel surya terbesar di Asia untuk mengurangi jejak karbon dari proses operasional manufaktur.

Forum yang digelar dua hari itu merupakan bentuk perluasan dari gerakan Bali Beach Clean Up (BBCU) yang telah dijalankan Amatil Indonesia selama lebih dari 12 tahun. Hingga Juli 2019, program harian BBCU telah menyingkirkan lebih dari 39 juta kg sampah dari pesisir pantai Bali sepanjang 9,7 km.

Wilayah yang dibersihkan dalam program tersebut antara lain Seminyak, Legian, Kuta, Kedonganan, dan Jimbaran. Program ini didukung dengan empat traktor pantai, dua barber surf rakes, tiga truk sampah, 75 kru dari komunitas lokal di sekitar pantai, serta 150 tempat sampah tiga jenis sistem baru untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.

Tiga topik utama yang dibahas dalam forum Sustainability for Wonderful Indonesia adalah Kebijakan yang bersinergi dengan perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat; infrastruktur dan mekanisme yang mendukung pengelolaan sampah plastik secara komprehensif; dan menciptakan circular economy yang akan memastikan keberlangsungan proses daur ulang yang berkesinambungan.

Deputi IV Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Budaya Maritim, Safri Burhanuddin, menjelaskan salah satu prioritas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman adalah untuk meningkatkan kegiatan dan kerja sama Gerakan Indonesia Bersih yang bertujuan untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, juga untuk menciptakan persepsi sama dalam pengelolaan sampah agar dapat memberikan dampak perubahan signifikan terhadap pola pikir masyarakat.

Bali Beach Clean Up

Lebih lanjut, Safri mengungkapkan apresiasinya untuk Coca-Cola Amatil Indonesia yang telah mendukung upaya pemerintah dalam membangun solusi pengolahan sampah yang berkelanjutan, melalui pengadaan forum Sustainability for Wonderful Indonesia, kegiatan bersih-bersih, dan kolaborasi Bali Beach Clean Up yang telah dijalankan lebih dari 10 tahun.

"Semoga dengan kegiatan forum seperti ini dan program Bali Beach Clean Up, Coca-Cola Amatil Indonesia dapat mendorong pemangku kepentingan lainnya untuk berkontribusi secara optimal dalam mengadakan kegiatan bersih-bersih secara rutin dan solusi pengolahan sampah di Indonesia," ujar Safri.

Forum Sustainability for Wonderful Indonesia merupakan bagian dari rangkaian Bali’s Big Eco Weekend 2019, festival tahunan di mana Coca-Cola Amatil Indonesia menceritakan kemajuan program Bali Beach Clean Up.

Sementara itu, Managing Director Coca Cola Amatil Indonesia, Kadir Gunduz, menyatakan forum tersebut merupakan komitmen perusahaannya menciptakan kontribusi positif dan signifikan untuk lingkungan.

"Bali Beach Clean Up merupakan salah satu program yang selalu ditonjolkan dalam laporan sustainability Coca-Cola Amatil tiap tahunnya. Kami bangga dengan konsistensi dan kontribusi program tersebut bagi masyarakat sekitar, Bali Beach Clean Up juga telah berhasil menciptakan berbagai bentuk kerja sama demi manfaat yang lebih baik lagi, seperti yang telah kita laksanakan dalam forum Sustainability for Wonderful Indonesia," ujarnya dalam dalam pidatonya acara puncak Festival Bali’s Big Eco Weekend 2019.

Rangkaian kegiatan Bali’s Big Eco Weekend 2019 juga diramaikan dengan pameran eco community, big beach clean-up, festival layangan, dan pelepasan bayi penyu ke laut. Kegiatan itu merupakan hasil dari upaya bersih-bersih pantai selama ini melalui Kuta Beach Sea Turtle Conservation (KBSTC).

Miss Earth Indonesia 2019, Ratu Vashti Annisa, turut menghadiri kegiatan tersebut untuk mewujudkan dukungannya terhadap kolaborasi Bali’s Big Eco Weekend tahun ini.

"Hari ini kita diingatkan bahwa tiap usaha sungguh berarti dan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan dampak yang positif. Saya harap, semua yang hadir hari ini, terutama generasi muda dapat terinspirasi untuk menjalankan peran masing-masing dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik," tuturnya.

Bali’s Big Eco Weekend 2019 didukung oleh Dynapack Asia, Sugar Labinta, Diversey, Euroasiatic, Samora Group, Alpha Servis Solusi, FABS, LYS Energy Group, PGN, Swadaya Harapan Nusanta, Turkish Airlines dan United Can.