Ini Dampak Kampanye Capres 01 dan 02 untuk Hotel di Solo

Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto seusai mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3 - 2019). (Antara/Hafidz Mubarak A)
11 April 2019 07:00 WIB Farida Trisnaningtyas Pojok Bisnis Share :

Solopos.com, SOLO - Agenda kampanye menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 membawa berkah tersendiri untuk pelaku bisnis perhotelan di Solo. Apalagi, kampanye dua kubu calon presiden dihadiri langsung oleh sang calon dipusatkan di Stadion Sriwedari, Solo, pada Selasa (9/4/2019) dan Rabu (10/4/2019).

Okupansi hotel berbintang terdongkrak hingga lebih dari 80% lantaran banyaknya massa pendukung yang berdatangan ke Kota Solo. Marketing Communication Manager Novotel Hotel Solo dan Ibis Styles, Tiwik Widowati, mengatakan okupansi Novotel Solo tembus 100% sejak Senin (8/4/2019) hingga Rabu. Menurut dia, hal ini lantaran efek euforia kampanye jelang Pemilu 2019. Apalagi kampanye akbar ini dihadiri baik calon presiden (capres) 01, Joko Widodo, dan capres 02, Prabowo Subianto.

“Tamu yang datang adalah efek euforia para pendukung kedua pasangan calon karena untuk kegiatan konsolidasi pemilu dari partai enggak ada. Lokasi kami yang dekat dengan venue kampanye tentu jadi keuntungan,” ujar dia kepada Solopos.com, Rabu.

Tiwik menambahkan kemungkinan besar okupansi di atas 70% hingga Minggu (14/4). Di sisi lain, beberapa agenda dari korporasi maupun pemerintahan bergeser lantaran adanya hajatan politik pada 17 April.

Okupansi Alila Hotel Solo juga turut terkatrol dengan adanya kegiatan kampanye yang melibatkan banyak massa dari luar Kota Solo. Assistant Public Relation and Event Marketing Manager Alila Hotel Solo, Tesa Pujiastuti, mengatakan agenda politik tersebut memberikan kontribusi 40%-50% terhadap okupansi hotel. Sedangkan tingkat keterisiannya mencapai 80% hingga 13 April 2019.

“Kami memperkirakan setelah 13 April sepi karena masa tenang sebelum pencoblosan pada 17 April. Meskipun begitu, kami optimistis okupansi tetap bagus lantaran masih ada sejumlah agenda seperti meeting dari korporasi maupun komunitas lain,” papar dia.