Pegadaian Bakal Rilis Gadai on Demand, Gadai Barang Bisa dari Rumah

Ilistrasi aktivitas di Pegadaian Solo. (Solopos/Hijriyah Al Wakhidah)
26 Maret 2019 05:40 WIB Nindya Aldila Pojok Bisnis Share :

Solopos.com, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) meraih pertumbuhan laba bersih 10,4% menjadi Rp2,77 triliun pada 2018 dibandingkan dengan 2017. Capaian itu tak lepas dari upaya perusahaan mengembangkan layanan, salah satunya yang berbasis online. Tahun ini, perusahaan pelat merah itu akan merilis produk Gadai on Demand.

Gadai on Demand adalah program Pegadaian untuk membantu masyarakat agar lebih mudah mengakses layanan. Program tersebut akan bekerja sama dengan perusahaan besar berbasis layanan digital.

"Jadi nanti kalau mau menggadaikan cincin, tapi tidak punya waktu datang ke Pegadaian, kami kerja sama dengan ojek online untuk menjemputnya, sehingga akan semakin mudah. Barangnya di-pickup, diambil di rumah, nanti kita tinggal transfer ke rekeningnya. Jadi tidak perlu datang ke Pegadaian," kata Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto, seusai paparan kinerja keuangan 2018 di Jakarta, Senin(25/3/2019).

Dia menyebut peningkatan laba bersih pada 2018 sejalan dengan banyaknya produk inovatif digital yang diluncurkan dan peningkatan layanan yang semakin baik dan efisien. "Kami optimistis tahun 2019 kinerja perusahaan akan meningkat seiring dengan prediksi meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional. Semakin banyak varian produk inovatif yang diluncurkan, seperti Pegadaian Digital Service, serta beberapa produk baru," jelas dia.

Di samping terus meningkatkan kinerja gadai sebagai core business, proporsi bisnis nongadai akan semakin ditingkatkan secara progresif. Komposisi portofolio akan berubah dari sebelumnya kinerja bisnis gadai sebesar 84% dan nongadai 16%, secara bertahap menjadi 60% dan 40%.

"Kami berharap Pegadaian akan terus menjadi perusahaan milik negara yang selalu berkontribusi besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional," ungkap dia.