CEO Azana Hotel Tawarkan Solusi Bisnis Masa Kini

Buku Winning Competition karya CEO Azana Hotel (Parcelbuku)
21 Maret 2019 02:00 WIB Chelin Indra Sushmita Pojok Bisnis Share :

Solopos.com, SOLO – Dunia mulai berubah dan segalanya menjadi lebih cepat. Kemajuan teknologi dan hadirnya dunia maya bakal mendisrupsi pengelolaan bisnis model lama yang bertopang pada kekuatan modal saja. Bisnis perhotelan mau tidak mau ikut terseret dalam arus perubahan tersebut. Jika pebisnis tidak mau berubah, mereka bakal ditinggalkan.

Sebenarnya ada banyak cara untuk mengembangkan bisnis hotel. Yang perlu dipahami, semua model bisnis harus dilihat dari sisi kebutuhan konsumen. Dalam bukunya, CEO Azana Hotels&Resorts, Dicky Sumarsono, menjelaskan berbagai keluhan konsumen. Mulai dari harga yang kurang terjangkau, waktu menunggu yang lama, pilihan terbatas, kegunaan berlebihan, hingga kesulitan mencari produk.

Dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Rabu (20/3/2019), Dicky Sumarsono menjelaskan, pentingnya pengamatan empiris untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Tujuannya untuk memperoleh value preposition guna memecahkan masalah pelanggan. Semua cara jitus mengembangkan bisnis ala Dicky Sumarsono dituangkan dalam buku bertajuk Winning Competition – New Business Model for Hotel Industry.

Buku tersebut bisa menjadi referensi bagi mereka yang berada di posisi start-up atau merintis maupun yang sudah lama eksis di bisnis perhotelan seperti CEO, direktur, general manager, hingga para hotelier. Menurut Dicky Sumarsono, design landscape bisnis perhotelan di Indonesia dituntut terus berakselerasi sebanding lurus dengan laju gelombang perubahan yang tanpa jeda.

Keunggulan kompetitif sebuah hotel di masa depan tidak ditentukan oleh sekedar produk dan proses yang inovatif, tapi ditentukan oleh model bisnis dan platform yang inovatif. Pembaruan model bisnis dalam bisnis perhotelan tidak hanya menyangkut kalkulasi di atas kertas. Banyak pengusaha hotel berani mengambil langkah ekstrem untuk memanjakan dan memberi wow experience ke konsumen. Mereka tidak mau berkutat dalam pasar yang sudah ada, namun menciptakan pasar sendiri.

Mereka memberikan pengalaman kepada konsumen tentang menginap di kamar hotel dengan cara berbeda. Secara ekonomis, bisnis model yang efektif dan efisien dalam mendukung proses perkembangan dan pengelolaan hotel. Pembentukan bisnis model baru disusun berdasarkan kondisi terkini, berbasis data dan informasi evaluatif dari sistem pengelolaan yang diterapkan sebelumnya.

Saat ini, model bisnis baru yang diciptakan oleh perusahaan-perusahaan termasuk hotel, telah bermunculan. Ekonomi digital telah memunculkan era exclusive menjadi inxclusive. Jika sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh kalangan tertentu yang punya modal besar dengan model bisnis digital, kini semua orang bisa mengiklankan usaha dengan modal kreativitas. Transformasi digital dalam industri perhotelan bukan merupakan pilihan. Tapi keharusan yang dapat membantu industri menjadi lebih kompetitif di era digital yang bermanfaat untuk mencapai operation excellence dan bisnis excellence.

Para penggiat bisnis perhotelan harus berani menghadapi suasana pasar, sekaligus menciptakan tren sendiri. Di situlah mereka bisa bertahan dan mengantongi profit yang berkelanjutan. Perlu dipahami, apapun kondisinya, bisnis perhotelan selalu mengabarkan kegairahan.

Valuasi sebuah hotel kini tidak lagi didasarkan pada apa yang dijual oleh hotel tersebut saja, valuasi baru kini juga mengulurkan prospek yang tampak pada keberadaan hotel tersebut dalam membangun ekologi yang kita sebut sebagai pasar. Jadi model bisnis dan prospek bisnis hotel serta profesionalisme SDM yang ada di dalamnya yang selalu melakukan up skills itulah yang akan dinilai menjadi tinggi.

Judul buku ini bisa dibilang seri kelanjutan dari buku sebelumnya yang berlabel Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia. Harapannya, semoga buku Winning Competition ini bermanfaat dan bisa menjadi rujukan dalam mengelola bisnis Anda.

Di buku tersebut, Anda juga akan diyakinkan tentang panggung bisnis perhotelan, khususnya di Ibu Pertiwi tercinta ini, riuhnya tak pernah berhenti. Justru semakin hari semakin gempita. Siklus pertumbuhan bisnis perhotelan di negeri ini sepertinya tidak mengenal iklim. Bahkan menjamur di semua musim!