Sampoerna Retail Community Selamatkan Bisnis Toko Kelontong

Toko SRC Anisa di Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jateng. (Istimewa)
14 Februari 2019 05:30 WIB Ginanjar Saputra Pojok Bisnis Share :

Solopos.com, SOLO — Pertumbuhan toko ritel modern membuat peta persaingan bisnis toko ritel di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) semakin ketat. Toko ritel tradisional yang menikmati zona nyamannya mulai ditinggalkan oleh konsumennya dan perlahan berguguran.

Banyak faktor yang membuat toko ritel tradisional atau yang kerap disebut toko kelontong berguguran, mulai dari tata toko yang kurang bersih dan tidak rapi, sistem manajemen yang tidak dikelola dengan baik, harga yang tidak bersaing, barang tidak lengkap, dan masih banyak lagi.

Cepatnya perkembangan teknologi dan arus informasi membuat konsumen semakin selektif dalam mengambil keputusan untuk membeli barang atau jasa. Tak jarang konsumen memilih untuk membeli barang yang lebih mahal di tempat yang lebih nyaman.

Lalu bagaimana para pemilik toko kelontong menghadapi persaingan yang semakin menggerus usaha mereka?

Komunitas Sampoerna Retail Community (SRC) mencoba untuk mewadahi pemilik toko ritel tradisional demi mewujudkan cita-cita mereka mengembangkan bisnis mereka. Pemilik toko ritel yang tergabung dalam SRC mendapat bimbingan berkesinambungan, di antaranya mengenai pengelolalan toko yang baik hingga tips untuk menarik konsumen berbelanja di warung mereka.

Melalui pertemuan rutin yang diadakan komunitas SRC tersebut, para pemilik toko ritel dapat berbagi ide dan problem solving atau pemecahan masalah dari setiap masalah yang sedang dihadapi.

Andri Yuliyanto, pemilik SRC Anisa Matesih, Kabupaten Karanganyar mengawali bisnis toko ritel dengan membuka toko ritel tradisional kecil-kecilan. Bersama SRC, ia terus belajar mengembangkan bisnisnya sehingga omzetnya meningkat dari waktu ke waktu.

Saat ini, Andri sudah memiliki dua toko ritel modern yang membuka lapangan pekerjaan untuk lingkungan sekitarnya. "Tahun 2014 saya bergabung dengan SRC, setelah bergabung dengan SRC, saya mendapatkan banyak teman, banyak pelajaran yang bisa saya aplikasikan untuk pengembangan usaha saya," ujar Andri seperti dikutip pada siaran pers yang diterima Solopos.com, Rabu (13/2/2019).

Kekuatan komunitas SRC bukan hanya ada pada bisnis, tetapi juga pada hubungan antar pemilik ritel untuk saling berbagi. Ayo sukses bersama SRC!