Bank BJB Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Barat

Ahmad Irfan (kiri), Ahmad Heryawan (tengah),dan Klemi Subiantoro (kanan) saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank BJB 2018 di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (28/2 - 2018). (Istimewa)
10 April 2018 13:45 WIB Septina Arifiani Pojok Bisnis Share :

Solopos.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) sebagai pemegang saham pengendali menyatakan Bank BJB mempunyai peran vital dalam menggerakan ekonomi Jawa Barat.

“Bank BJB harus menjadi penggerak ekonomi di Jabar, tidak hanya bertugas menyalurkan dan menghimpun dana masyarakat tetapi juga mengawal pelaku usaha agar berjalan dan berkembang,” ujar Aher pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB tahun buku 2017 di Ballroom Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (28/2/2018).

Gubernur yang akrab disapa Aher ini mengungkapkan Bank BJB memiliki peran besar terkait pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat, terutama pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Selain denyut ekonomi naik, lapangan kerja juga akan terbuka karena sebagian besar berasal dari bisnis kecil. Bank BJB ikut terjun melakukan pembinaan. Tidak hanya meminjamkan (modal usaha) tapi dipantau, dilatih dan terlibat mengembangkan usaha dengan baik,” katanya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pembiayaan bisnis kecil dan menengah agar pertumbuhannya seimbang dengan usaha berskala besar.

“Karena kalau dunia usaha berkembang maka semakin banyak dampak positifnya,” katanya.

Bank BJB berkomitmen melakukan berbagai ekspansi bisnis, antara lain dalam hal penyaluran kredit, termasuk untuk sektor UMKM pada tahun 2018.

Per akhir 2017, realisasi penyaluran kredit UMKM Bank BJB berkontribusi sebesar 17% terhadap total pinjaman. Regulator sebenarnya hanya mematok porsi penyaluran kredit UMKM sebesar 15% terhadap total pinjaman pada 2017.

Secara pertumbuhan, penyaluran kredit UMKM Bank BJB mengalami kenaikan signifikan, yakni mencapai 33% sepanjang tahun lalu.

“Kami akan terus fokus pada kredit mikro di Jawa Barat dan Banten, karena potensinya sangat besar. Pelaku usaha mikro dan kecil juga merupakan sektor riil yang tahan dari krisis,” ujar Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan.

Irfan mengatakan Bank BJB menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit mikro sebesar 29% pada tahun ini. “Hal ini menunjukan keberpihakan Bank BJB pada kegiatan UMKM,” katanya.

Untuk mendukung rencana bisnis itu, Bank BJB telah melakukan sejumlah terobosan, antara lain melalui program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu atau Pesat.

Melalui program Pesat, Bank BJB melakukan berbagai pembinaan dan pengembangan, antara lain dengan memberikan wawasan bisnis dan pelatihan administrasi bagi pelaku UMKM.

Tujuannya, agar pelaku UMKM binaan bisa naik kelas, sehingga semakin mendapatkan kepercayaan dari perbankan ketika mengakses permodalan.

Program lainnya, yakni pembinaan bagi pedagang kaki lima agar menjadi lebih kompetitif dan pada akhirnya bisa mengembangkan usahanya.

“Pedagang kaki lima binaan harapannya bisa naik kelas sehingga masuk dalam program Pesat,” katanya.

Irfan mengatakan upaya pengembangan UMKM sejalan dengan program Pemprov Jabar dalam upaya penciptaan 100.000 Wirausaha Baru (WUB).

Tokopedia