Gaya Lucu Bocah-Bocah TK Belajar Keselamatan Jalan Bersama Astra Motor Jateng

Kampanye Safety Riding Honda di TK Bunga Harapan Baru (Istimewa)
03 April 2018 22:06 WIB Muhammad Rizal Fikri Pojok Bisnis Share :

Solopos.com, SEMARANG – Saat berada di trotoar baik jalan raya atau jalan perkampungan, anak-anak harus terus diawasi oleh orang dewasa di sekitarnya atau orang tuanya.

Ketidakpahaman anak-anak tentang jalan raya dan fungsi trotoar bisa berakibat fatal. Namun, hal itu bisa diminimalisasi kalau anak-anak sudah diberi pengetahuan tentang dua hal tersebut. Keselamatan di jalan raya dan fungsi trotoar.

Tokopedia
Kampanye Safety Riding Honda di TK Bunga Harapan Baru (Istimewa)

Kampanye Safety Riding Honda di TK Bunga Harapan Baru (Istimewa)

Astra Motor Semarang belum lama ini mengadakan serangkaian acara untuk mengedukasi anak-anak TK mengenai keselamatan jalan dan pemahaman tentang rambu-rambu lalu lintas.

Acara yang diselenggarakan Sabtu (3/3/2018) itu diisi dengan fieldtrip keselamatan jalan, lomba mewarnai, jalan-jalan profesi, dan bermain di taman lalu lintas.

“Jadi anak-anak diberi pengarahan tentang keselamatan jalan, apa yang mereka boleh lakukan saat di trotoar, apa yang tak boleh dilakukan. Agar tak bosan anak-anak diberi penyuluhan dengan cara story telling,” ucap Safety Riding officer Astra Motor Semarang, Suko Edi, saat dihubungi Solopos.com melalui sambungan telepon, Jumat (9/3/2018).

Acara tersebut diikuti 45 murid dari TK Bunga Harapan Baru yang beralamat di Kwaron, Bangetayu Kulon, Genuk, Semarang, Jawa Tengah.

Guru TK tersebut, Warsiah, mengungkapkan acara tersebut dilakukan agar anak-anak TK sekaligus wali mereka ada pengetahuan tentang keselamatan jalan dan rambu.

Setelah fieldtrip keselamatan jalan, anak-anak TK diajak mengenali jenis-jenis profesi di Astra Motor Semarang. Kemudian anak-anak juga diajak bermain di sebuah taman dengan tujuan mengetahui alat-alat safety riding dan mengenali rambu-rambu lalu lintas.

“Di taman bermain, anak-anak diminta memakai helm dan rompi berkendara. Mereka kemudian diberi kendaraan dalam bentuk otoped. Anak-anak kemudian diminta keliling taman menemukan rambu yang cocok dengan pin yang mereka bawa,” tambah Suko Edi.